Mencegah Kekerasan Seksual Pada Anak

Seringkali mendengar kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang terdekat, entah itu keluarga (kakak, paman, ayah, kakek) maupun tetangga (lebih tua dari anak). Anak perempuan dan laki-laki sama-sama bisa menjadi korban. Yang laki-laki di-sodomi, yang perempuan di-perkosa  Naudzubillah.

Soal penjagaan anak, jangan pernah percaya 100 persen pada siapapun Bun. Pandai melihat situasi, baik internal rumah maupun eksternal. Rajin tanyakan kondisi anak-anak..ajak anak-anak berbicara setiap malam..lekatkan ikatan persaudaraan antara kakak dan adik, beritahu soal pelecehan seksual.

Saya beberapa kali lihat saat diboncengi motor oleh suami, seorang anak lelaki SD/ SMP mengajak adik laki-laki/perempuannya yang masih 2-3 tahun hanya pakai kaus dalam ke kerumunan teman-temannya yang sedang nongkrong di pojokan remang-remang. Ya Allah,untuk apa..untuk apa anak balita itu ikutan..kalau seandainya..udah ngilu bayanginnya.

Jangan meninggalkan anak hanya berdua, di rumah apalagi kakak adik yang berlawanan jenis. Jika ada keperluan bisa titipkan kepada saudara terdekat.

Banyak juga berita soal perkosaan seorang ayah kepada anak gadisnya, Naudzhubillahi min Dzalik..kita juga mesti pasang alarm soal ini..meskipun bagi penangan kasus ini penyebabnya komplikasi, mudah2an kita bisa meningkatkan awareness kita.

Untuk keluarga internal saja kita perlu meningkatkan awareness, apalagi dengan lingkungan eksternal. Jangan terlalu polos dengan orang yang terlihat baik, baik kepada anak maupun kepada kita. Justru jika ada yg terlihat sangat baik kepada anak, maka justru kita harus waspada. Apalagi terhadap  orang lain yang hanya numpang tinggal di tempat kita. Rumah yang ada kos-kosan atau tempat kumpul orang dewasa, para ortunya musti meningkatkan awarenessnya kepada anak-anak.

Ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga anak-anak kita:

  1. Lekatkan bonding antara orang tua dan anak, utamanya ibu dan anak,…biasakan ngobrol dari hati ke hati tiap malam…tanyakan bagaimana perasaannya, senang melakukan apa, ada sedihnya atau tidak..jangan pernah memotong cerita anak. Apalagi jika anak sudah punya aktivitas rutin, misal sekolah, daycare, paud…tanyakan apa yg terjadi di sekolah.
  2. Biasakan menjaga aurat anak-anak. Pakaikan pakaian lengkap baik di dalam rumah maupun luar rumah. Lagi-lagi kondisikan dengan kondisi di rumah, jika ada orang lain yang numpang, ya pakaikan dengan lengkap..jangan umbar aurat anak kemana-mana. Saya pribadi karena punya anak perempuan dan laki-laki, maka saya biasakan pakai pakaian lengkap, tidak pernah hanya memakai kaos dalam saja. Habis mandi harus ditutup handuk sampai pakai baju. Tidak boleh saling menyentuh kecuali tangan (gandengan tangan), kepala (usap).
  3. Kenalkan anak-anak dengan auratnya. Mana yg namanya aurat, mana yang boleh dipegang, mana yang tidak boleh. Beritahu jika dilakukan ini itu, tidak boleh..langsung teriak atau hal lain yang harus dilakukan anak untuk melindungi dirinya.
  4. Ajarkan Bela Diri, ga musti mamak yang ngajari,.ikutkan aja pada ekskul atau jasa belajar bela diri.
  5. Banyak berdoa kepada Allah SWT, sang penggenggam Jiwa, agar dapat menyelamatkan anak-anak kita dari orang-orang jahat dan kejahatan itu sendiri (jangan jadi korban maupun pelaku).

 
Desti Raisa
Kamis, 16 November 2017
Terinspirasi dari seorang sahabat yang baru mendengar kejadian pelecehan seksual di lingkungan rumahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s