MENGEJAR SURAT RUJUKAN (BPJS) PERSALINAN DI RSPAD

Saat kehamilan kedua tiba, tiba pula keinginan mencoba fasilitas layanan BPJS yang merupakan satu-satunya fasilitas asuransi kesehatan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tentu tidak gratis, setiap PNS wajib mengeluarkan iuran dari Gaji Pokoknya yang salah satunya bermuara ke BPJS, namun memang pembayarannya tidak sama dengan peserta mandiri, sebagian iuran ditanggung oleh Negara sebagai bentuk perhatian kepada kesejahteraan (kesehatan) PNS.

Kenapa keinginan itu ada pd saat kehamilan kedua? karena yaa saya kan baru jadi PNS baru-baru ini, hehe..rasanya sayang aja, BPJS yang sudah saya bayar itu tidak dimanfaatkan, mengingat sudah pasti persalinan kehamilan kedua ini harus dengan SC kembali, sama dengan persalinan yang pertama. Kenapa SC lagi? karena jarak kehamilan saya terlalu dekat dengan kehamilan yang pertama, yakni
8 bulan setelah melahirkan anak pertama.

Apa hubungannya SC dengan BPJS? Pertama, persalinan dg SC yang akan ditanggung oleh BPJS sudah pasti dilaksanakan di RS. Sedangkan Persalinan normal yang ditanggung BPJS adalah persalinan yang dilangsungkan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama / bukan di RS). Biaya yang ditanggung oleh BPJS bisa sebagian atau mencapai keseluruhan biaya lho…lumayan kaaaaan??? maka saya tertarik dengan Fasilitas BPJS ini.

Nah, perjalanan panjang akan dimulai dari sini….

buang napas dulu, fiuuuh…

Perjalanan pertama – mencetak kartu BPJS.

Kenapa mencetak bukan mendaftar? pada dasarnya PNS sudah terdaftar secara otomatis dalam kepesertaan BPJS, namun perlu mendatangi kantor BPJS setempat untuk mendapatkan kartu keanggotaan BPJS dengan membawa beberapa syarat yang salah duanya adalah copy SK Pengangkatan CPNS/PNS dan Surat Keterangan Gaji (Pokok). Mengingat kesibukan berkantor, kehamilan mendekati persalinan, juga ada beberapa teman sejawat di biro kami belum mendaftar, maka saya berinisiatif untuk meminta bantuan Biro SDM untuk membantu mencetak-kan kartu BPJS. Setelah berkoordinasi dg berbagai pihak dan mengumpulkan dokumen persyaratan, akhirnya setelah dua bulan, dapat kami miliki itu kartu BPJS. yeay!

Perjalanan kedua – mendatangi Faskes I sesuai yang tertera pada kartu BPJS.

Hikssss, faskes I pertama saya di RSPAD Gatsu, Jakarta Pusat sedangkan domisili di bilangan daerah Jakarta Selatan. Berhubung kala mengurus pencetakan BPJS tidak mengisi faskes I yang diingini di formulir pendaftaran BPJS. Akhirnya semua dipukul rata oleh SDM dengan faskes I RSPAD Gatsu, dan baru bisa diubah 3 bulan kemudian. Sedangkan, kandungan sudah berumur 7 bulan lebih.

yasudah, nasib itu kami terima.

Bersama suami saya datang ke RSPAD untuk mencoba si kartu BPJS. Sampai di lokasi, ternyata oleh security di sana, diarahkan ke lakesgilut ditkesat RSPAD (Faskes I RSPAD). Letaknya sudah di luar area RSPAD, tetapi masih dekat. Saya kiraaaaa, boleh langsung ke RSPADnya, karena di kartu tertera faskes I nya adalah RSPAD (sudah girang duluan, hahaha) ternyata yang dimaksud berbeda.

Sampailah kami pada Faskes I, di sana diperiksa dengan alat seadanya, dan ditanya-tanya oleh seorang bidan seperti di wawancarai. Kesimpulannya, saya harus kembali ke lakesgilut pada bulan depan untuk mendapatkan surat rujukan ke Faskes II, yaitu RS Ridwan Meureksa, dari sana nanti akan dirujuk lagi ke Faskes III (RSPAD) jika ada keluhan yang tidak ditangani oleh Faskes II. Dari Lakesgilut ini, kami harus menunggu 1 bulan lagi untuk mendapatkan surat rujukan ke faskes II.

Perjalanan ketiga – mendatangi Faskes II

Satu bulan kemudian, saya dan suami sudah berada di RS Ridwan setelah mendapatkan surat rujukan dari Faskes I pada hari yang sama, pukul 08.00. Karena datang sebagai peserta baru, kami harus mendaftar dl ke bagian administrasi khusus PNS. setelah itu untuk mengantri, bergabung dengan pasien lain yang non PNS. Setelah mengantri kurang lebih 3 jam, akhirnya kami mendapatkan berkas yang harus diisi, setelah itu diperkenankan masuk ke ruangan RS. Jadi selama 3 jam tadi kita masih di luar RS, gedung khusus pendaftaran.

Setelah menyusuri kabin2, betapa kagetnya ternyata di dalam pun masih ada antrian yang mana di dalam ruangan poli juga terdapat antrian berkas. Subhanallah. Fiuuuh…demi surat rujukan, tidak apalah untuk mengalah pikir kami..

Pukul 13.30 kami baru dipanggil ke ruangan poli, ditanya terkait data diri dan riwayat kehamilan, diperiksa perutnya, ditimbang berat badannya, kemudian diperkenankan keluar lagi untuk antri dokter. Ternyata yang tadi itu antri bidan. Fiuuuuuh…

Pukul 14.00 nama saya baru dipanggil, ditemani oleh 3 dokter muda yang keliatannya sedang praktik. Ya Allah, ternyata dokternya sedang istirahat. Malah sudah pulang. Dengan alat USG yang ngadat, dan dokter muda yang masih amatir (sepertinya mahasiswa praktek), perut saya diudek2 dg alat USG hanya untuk mengetahui dmn letak dan jenis alat kelamin si janin. Fiuuuuhhh….(si pak suami, sampe jengkel liat istrinya diudek2)

Sampai pd akhirnya, ketika saya mengajukan permohonan surat rujuk ke RS Harapan kita dg alasan lbh dekat dg rumah, tidak dikabulkan, tidak bisa di rujuk ke Faskes III. Karena bagi mereka, kondisi saya masih bisa ditangani di RS Ridwan (Faskes II). Hiks. pupus sudah harapan saya melahirkan sang janin di Harapan Kita dengan fasilitas BPJS.

Kegagalan kami mendapatkan surat rujukan, bayangan kami terhadap ruang bersalin yang tidak sengaja kami lewati saat menuju poli bidan, serta para dokter Obgyn yang ada di RS ini laki-laki semua (ditemani pula dengan dokter-dokter muda itu). Semakin kuat sudah keputusan saya untuk melahirkan di RS tempat anak pertama saya lahir, yang tentu saja dicover dengan asuransi suami.

+++++

Begitulah perjalanan kami mengejar surat rujukan. Hiks

Akibat pengalaman ini, kami berniat akan merubah faskes I. Dari RSPAD (insyaAllah) akan ke Puskesmas. Walaupun dokter di sana galak, paling tidak, mereka tidak segan memberikan rujukan ke RS yang lebih baik pelayanannya dan lengkap peralatannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s