Standard Kebersihan dan Kerapihan

“Sebaiknya setiap keluarga itu harus memiliki nilai standard kebersihan dan kerapihan. Apalagi dalam 1 keluarga. Sehingga tindakan sehari-hari pun dalam rangka menjaga kebersihan dan kerapihan. Kalaupun tidak bisa menjaga (membuat), ya jangan menambah ketidakbersihan dan ketidakrapihan” _status FB per 6 Oktober 2014.

Saya memasang status tersebut, karena merasa emosi saya sudah harus dipecahkan di suatu tempat, dan saya memilih facebook, biar para pelaku merasakan emosi saya tersebut :p (lebay)

Biasanya, saya hanya bisa meluapkan emosi saya ke suami saya, “Abang kenapa sih, mereka belum juga sejalan sama kita mengenai kebersihan dan kerapihan”. Suami saya hanya bisa menjawab, “mungkin krn standarnya mereka dan kita berbeda kali de, sabar aja, nanti aku ingetin lagi”. Setiap suami berkomentar itu, ya saya hanya bisa mengiyakan, “o gitu ya, yawis”.

Meskipun mereka sudah mulai melakukan perbaikan sikap (sepertinya sudah dikasih masukan oleh suami), tapi tetap saja bagi saya, mereka belum sepenuhnya menjaga kebersihan dan kerapihan sesuai standard kami. Ada saja yang kurang, ada saja yang tidak pas. Padahal sudah beberapa kali diingatkan. Astaghfirullah, apakah ini hanya sekedar nafsu saya saja atau bagaimana, kok sepertinya lama-lama saya kesal krn standard mereka belum juga sama.

Kadang saya berpikir, “apakah mereka merasa nyaman dengan kondisi seperti itu?, saya aja yg ngeliat ga nyaman. apalagi jelas-jelas ikut merasakan.” Karena ketidaksamaan standard ini membuat kerja individual menjadi ekstra. Padahal bisa dikerjakan dengan mudah dan ringan jika saling berkerjasama dengan baik. Tapi apadaya, kerjasama tidak akan tercapai klo tidak memiliki kesamaan visi dan misi.

Pembaca yang budiman, mungkin tulisan ini bisa menjadi salah satu hikmah/nasihat untuk terus mengasah kepekaan hati khususnya mengenai kebersihan dan kerapihan dalam kehidupan bersama baik dalam keluarga maupun dalam lingkup apapun. Biasakan diri untuk selalu resik dan rajin bebersih dan merapihkan yang berantakan. Jangan bergantung dengan orang lain, yang ada ornag lain itu akan menjadi orang seperti saya saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s