Bersemangat olah MPASI

Sejak masa MPASI datang, entah ada semangat yang membuncah untuk membuatkan MPASI dedek yang sudah berumur 6 bulan. Sebetulnya, persiapan MPASI sudah ada sejak kehamilan tujuh bulan. Saat melintasi rak buku khusus makanan baby di gramedia, langsung antusias melihat buku berjudul “Super Komplit Menu Bayi dan Balita”. Padahal kunjungan rutin ke gramedia saat itu untuk nengok komik paporit :D. Segera saja dibawa ke kasir bersamaan dengan komik paporit saya dan suami, Detektif Conan dan Kungfu Boy *eeeh kok ngomongin komik :p.

Memangnya sempat membuatkan MPASI bagi emak-emak yang bekerja? ya Allah, masa iya sih ga sempet masak untuk anak sendiri, apalagi ini masa golden age. Selagi masa ini, bersegeralah rajin-rajin memupuk gizi2 yang baik bagi anak. Sungguh ini adalah benih yang manfaatnya akan sangat besaaar sekali di masa depan, membuahkan suatu kebaikan. Untuk waktu, cobalah cari-cari kesempatan saat pulang kerja atau sebelum bekerja atau di hari libur. Saya sendiri pernah melakukan diwaktu-waktu tersebut, malam hari setelah bekerja dan menidurkan dedek, pagi sebelum berangkat kerja , tapi lebih seringnya saya masak di hari libur.

Emang apa sih yang dimasak? Pertanyaan bagus 😀 (nanya dan jawab sendiri, hihi) Sebetulnya bukan masak kok bunda, eh masak juga sih, cuman mungkin tidak terlalu rumit cara memasaknya. Hanya hal simple, kalau tidak mengukus, ya merebus, atau mengolah. Selama 2 bulan ini, ada beberapa makanan yang sudah saya coba asupkan ke dede. Ada 2 tahapan, pada umur 7 bulan saya hanya memberikan olahan buah : pisang, papaya, alpukat, jeruk baby, apel, pir, melon, manga, jambu biji. Memasuki umur 8 bulan, saya mulai memberikan olahan sayuran seperti kentang, wortel, labu parang, brokoli, bayam, tahu sutra (tofu), ubi kuning dan putih, tomat.

Cara menyajikannya mudah kok bun, untuk buah2an yang lembut dagingnya macam pisang dan alpukat bisa langsung dikeruk dengan sendok. Untuk papaya, melon, manga, dan jambu biji perlu diparut atau diblender terlebih dahulu sebelum disajikan, kemudian untuk apel dan pir dihaluskan dengan blender setelah keduanya direbus terlebih dahulu. Saat menyajikan kepada baby, bunda semua dapat menambahkan asi sebagai bahan campuran olahan buah tadi. Oiya, olahan buah tadi bisa kita sebut dengan istilah “puure buah”.

Sedangkan untuk sayur-sayuran, kesemuanya saya rebus terlebih dahulu, baru dihaluskan dengan blender dengan mencampurkan asi, air putih, kaldu ayam atau air rebusan sayur. Kesemua makanan olahan yang saya sebutkan tadi di atas tidak hanya bisa diolah 1 jenis saja, tapi bisa juga diolah campur. Misalnya kentang, brokoli dan kaldu ayam, kemudian tomat dengan wortel, kentang dengan wortel, ubi dengan asi, labu parang dengan air rebusan bayam, tahu sutra dengan wortel, kentang dengan bayam merah. Kadang saya membuat resep malah keluar dari resep yg ada di buku, saya hanya menjalankan insting saya *tsah. Jadi bikin olahannya semau-maunya saya. Bunda semua bisa mengkreasikan.

Terkadang saya juga membuatkan bubur tepung beras yang nanti hasil akhirnya seperti bubur sumsum. Ini juga mudah mengolahnya, Bunda hanya menuangkan sayuran atau buah yang sudah dihaluskan/blender ke wadah, kemudian mencampurkan larutan 2sdm tepung beras, dan air putih atau susu formula. Kemudian bunda aduk merata di atas api kecil/sedang. Nah jadi deh. Namun penyimpanannya mungkin tidak selama pure buah dan sayur. Jika pure buah dan sayur bisa bertahan maksimal selama 2 minggu (jika disimpan di freezer), maka olahan bubur tepung beras tadi hanya maksimal 2 hari. Jadi kalau bunda mau buat bubur tepung beras, jangan membuat banyak-banyak. Cukup 2 porsi untuk pagi dan sore hari.

Untuk penyimpanan, seperti yang sudah saya singgung diatas bahwasanya pure buah dan sayur bisa bertahan lama, maksimal 2 minggu. Jadi bunda bisa sekaligus membuatkan pure yang bervariasi dan jumlah yang banyak, misalnya untuk seminggu, kemudian simpan dalam freezer. nah ketika akan digunakan, dihangatkan di atas api, atau penghangat sterilizer.

Masih banyak variasi olahan yang bunda bisa coba lagi. Namun, biasanya, semakin perkembangan anak meningkat, maka olahan makanannya pun juga berubah teksturnya, yang awalnya di blender, mungkin hanya disaring. Yang tadinya menggunakan tepung beras, menggunakan beras dan seterusnya. Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, sesibuk apapun bunda bekerja, ayoo semangat merawat anak kita. Amanat dari Illahi. Saya percaya, bunda tidak perlu disemangati lagi oleh saya, karena memang semua bunda pasti akan bersemangat melakukan yang terbaik untuk babynya meski sepayah apapun ^__^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s