Tips Mengurangi Galau

Galau sudah bukan barang asing. Ketika orang menyatakan dirinya galau, kita sudah tidak lagi komen “ya elah gitu doang dipikirin” , tapi malah, “oh yaudah biarin dah sono bergalau ria”. Engga diingetin dan engga dinasehatin.

Seiring maraknya kata “galau” maka semakin marak pula para pelakunya. Dan pelaku galau seringkali kesulitan mendapatkan teman penetralisir galaunya dikarenakan memang pelaku galau terlampau banyak. Mau curhat, eeeeh, si sohib galau juga…ke sohib yang satu lagi, ehh sama juga.

Nah, harus ada self-effort untuk tidak terlalu lama berlarut dalam kegalauan. Nah berikut tipsnya :

  1. sikapi dengan tenang dan sabar;
  2. perbaiki kualitas sholat (lebih khusyuk, lebih banyak merenung dan berdoa setelah sholat boleh juga ditambah nangis Bombay :D), kalau perlu perbaiki kuantitas sholat (kalau masih ada yang bolong-bolong). Intinya, wudhu dan sholat itu me-refresh fisik dan ruh (hati dan pikiran) kita, setidaknya dalam rentang waktu dari waktu sholat 1 ke waktu sholat yang lain;
  3. baca al-qur’an beserta terjemahannya…minimal 1 halaman dah, kalo ga kuat, ya beberapa ayat juga boleh. Inget beserta terjemahannya ya.
  4. usahakan jangan menyendiri di pojokan kamar tidur apalagi kamar mandi, hiiii…usahakan untuk bercampur dengan anggota keluarga yg lain. Kalo ada yang masak ya bantu, kalo ada yang ngobrol ya nimbrung, kalo ada yang lagi jalan-jalan ya ikut. Siapa tau membahas tema2 yang bikin kamu galau tanpa tau kamu mengalaminya.
  5. jangan bercurhat ria di media social! wow tanda seru, soalnya ini penting. Biasanya yang suka curhat di medsos suka ga pake rem. Ga bisa membatasi sesuatu yang harus dibatasi, tidak sadar kalau setiap statusnya dibaca oleh ribuan silent rider di dunia per-medsos-an 😀 yang karakternya bermacam-macam. Ada yang ember (nyeritain lagi ke temennya yg lain), ada yang illfeel (diblock dah), ada juga yang merasa kesian, ada juga yang merasa simpati tapi kemungkinan sedikit 😀 kalo keseringan dan lebay.
  6. perbanyak aktivitas kebaikan sehingga tidak membuka peluang aktivitas keburukan. Misalnya baca komik/novel, jalan-jalan, bakti sosial di masyarakat, bermain dengan bayi atau anak kecil.
  7. berdzikir, ingat-ingat, saat kesal dan sedih datang ingat dzikir 😉
  8. terakhir. SADAR. tolong sadar diri terhadap apa-apa yang dilakukan selama GALAU, hehehe. kalau sadar, nanti move on-nya cepat lho…jadi harus ada tekad dalam hati secara sadar bahwa kegalauan ini adalah ujian, harus segera dihentikan dan memperbaiki yang perlu diperbaiki.
  9. biasakan untuk terbiasa tidak mudah GALAU. in syaa Allah menjadi rem efektif untuk tidak galau 😉

Nah, begitulah tuan dan nyonya, semoga cocok yah tipsnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s