Tips Membentuk Pola Tidur Baby

Saya memiliki bayi yang saat tulisan ini dibuat berumur 4 bulan dengan berat badan 6.7 kg dan panjang 65 cm. Awalnya menjadi sebuah kekhawatiran bagi ibu pemula mengenai jam tidur yang berubah 180 derajat, karena berporos pada jam tidur sang bayi. Namun, ternyata jam tidur yang tidak beraturan itu hanya berlangsung sebentar, kira-kira 2 sampai 3 bulan. Tergantung bagaimana sang ibu dapat memberikan “arahan” dan “simulasi” yang baik kepada sang bayi, sehingga menjadi sebuah kebiasaan.

Alhamdulillaah, masa-masa tidur tidak beraturan tersebut sudah dilewati, kini bayi saya sudah bisa tidur sebagaimana aktivitas tidur orang dewasa. Bedanya dia akan ada sesi mimik susu (tanpa digendong), sekitar 3 atau 4 kali. Nah, hal ini tentu saja tidak terjadi begitu saja, harus ada “arahan” dan “simulasi” dari sang ibunda agar sang bayi dapat lebih cepat menyesuaikan waktu tidurnya dengan bunda/ayah.

Berikut tips yang dapat digunakan :

  1. Tentukan waktu tidur baby. Misalnya menetapkan pukul 9 malam menjadi jam maksimal baby tidur.
  2. Verbalkan kepada baby mengenai tanda suatu hari memasuki malam hari dan siang hari. Misalnya, ketika adzan berkumandang, bisikkan kepada baby, “nak, ini sudah malam”, atau bagi wanita karier, senantiasa memverbalkan kepada sang anak dengan ucapan semisal ini, “nak, ibu sudah pulang, dan ini sudah malam”. Mengajarkan kepada anak tanda2 malam hari. Begitu juga ketika pagi datang, verbalkan sesuai kreasi ibu.
  3. Siapkan dan rapihkan tempat tidur baby. Jangan lupa perhatikan kebersihannya sehingga tercipta tempat tidur yang nyaman. Segera ganti alas tidur/kain jika ada basah bekas keringat atau bekas pee/pup atau bekas gumoh.
  4. Mengganti baju baby dengan baju tidur.  Termasuk di dalamnya membalurkan minyak telon dan bedak kepada baby. Intinya lakukan perawatan sebagaimana baby habis mandi. Hal ini mempengaruhi lamanya waktu tidur, semakin nyaman, maka semakin lama waktu tidurnya.
  5. Gunakan pospak (popok sekali pakai). Biasanya bayi tidak betah dengan kondisi basah pada sebagian tubuhnya (kecuali mandi) termasuk pee. Oleh karenanya, menggunakan pospak sangat membantu sang ibu untuk dapat istirahat lebih lama, dan baik untuk perkembangan otak sang bayi.
  6. Ketika anak sudah tidur/mulai mengantuk, matikan lampu atau gunakan lampu yang agak redup. Hal ini juga salah satu cara mengenalkan anak pada malam hari.
  7. Siapkan susu di dekat sang baby atau sang bunda/ayah. Ketika sesi mimiknya datang, bunda/ayah dapat dengan mudah dan sigap menyediakan untuk sang baby.
  8. Perhatikan suhu udara kamar, jika panas maka siapkan kipas angina atau ac, jika suhu dingin, maka bisa disesuaikan.

Demikian tips yang dapat disampaikan, base on true story and my experience (yang juga base on some articles from “Mbah Google” 😀 semoga bermanfaat ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s