PEMILU 2014, illfeel euy

Tahun 2014 yang sering disebut-sebut sebagai Tahun Pemilu memang berbeda dengan 4 tahun sebelumnya. Wajar, pesta demokrasi 5 tahunan ini memang menyita perhatian bagi siapa saja warga Negara yang berkepentingan. Nampaknya juga membingarkan orang-orang yang tidak peduli dengan agenda ini, yaitu golongan apatis yang benar-benar ga peduli dengan dunia perpolitikan dan golongan putih (golput) yang sebenarnya mereka ga apatis-apatis banget, tapi memilih untuk tidak mencoblos dengan berbagai alasan yang di anut. Yang ujung-ujungnya kedua golongan ini juga akan “menikmati” pemerintah tidak dipedulikannya.

Hingar bingar ini akhirnya benar-benar membuat saya menjadi illfeel. Kenapa ya ? bukan, bukan karena saya CPNS yang notabene dilarang berpolitik terang-terangan (kampanye dan memihak), tetapi karena hingar yang berbingar di seluruh media dari yang nyata sampe yang ga nyata (dunia maya maksudnya) sudah berbau negatif bahkan ke arah perpecahan sesama saudara.

Saya menyayangkan hal ini. Saya termasuk yang “sayang” dengan Partai Pilihan saya, tapi tetap saja, saya harus bijak ketika ingin membela dan mengangkatnya ke permukaan (kampanye maksudnya), tidak terlalu emosional menyikapinya, kalaupun emosional, mungkin tidak perlu diungkapkan di medsos dengan kata-kata atau nyinyiran yang tidak enak dibaca meskipun memang “kita” lebih-lebih dinyinyirin, difitnah dan sebagainya. Sungguh tak elok rasanya, ketika si penyinyir malah makin tidak simpati dengan kita, orang lain yang hanya menonton juga bisa jadi illfeel, bahkan lama-lama saya sendiri juga ilfeel.

Nah saya juga lebih illfeel dengan penyinyir sebenarnya, entah makhluk jadi-jadian yang ga jelas identitasnya atau benar-benar beridentitas, yang suka bawa sampah fitnah ke media, yang menilai dengan standard ganda meskipun dengan tutur kata yang keliatan lembut dan berilmu. Itu saya perlakukan layaknya sampah aja, dibuang, dicuekin, diledekin, dan ga usah makan hati sama dia, hahaha. Bukankah dunia tampak lebih sunyi. Tidak perlu ada perang dan perpecahan yang nampak, yang memicu “prajurit” penebar perang bertambah.

Sudahlah, dunia sudah cukup berbingar tanpa kita tambahkan hingar. Alunkan musik-musik yang berharmoni cinta dan lakukan lah kerja-kerja yang baik. Huehehe..

Heuheuheu, sok bijak ya saya,..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s