Nikmatnya Melahirkan

Umur kehamilan akan memasuki pekan ke 39, pengumuman CPNS belum juga keluar, membuat rasa di hati berwarna-warni (tsah), padahal mah, ga niat-niat amat pengen jadi PNS, Cuma kepengen tau proses rekrutmen dan hasilnya, juga kepengen menghilangkan sedikit boring di kantor lama (gaya, padahal baru 3 tahun).

Akhirnya dini hari 25 Desember (hari ulangtahunku, alhamdulillaah masih panjang umur), hari dimana tidur malam agak sulit mengingat perut sedemikian besarnya, pengumuman CPNS itu muncul juga. Alhamdulillah, hasilnya membuat  suami yang tertidur terlelap di samping menjadi segar kembali (hehe).

Senang, selanjutnya bingung, hihi, sampe suami bilang, “udah dek, besok aja mikirnya, dilanjutin dulu bobonya”, tetep aja, mata susah merem, entah karena pengumuman entah karena lainnya.

29 Desember 2013, jadwal control kandungan ke RS, sudah feeling sepertinya “sekarang waktunya”, ternyata benar, berat dede sudah besar sekali (padahal Cuma 3,55) sedangkan tulang panggul kecil, mules-mules belum ada, boro-boro flek atau pecah ketuban, yg ada Cuma perut yang tegang terus-terusan, dokter sudah “nyuruh” segera dilahirkan, tapi karena mainstream yang berlaku lahir normal lebih baik dari lahir saecar (SC), maka kucoba keluarkan saran induksi ke dokternya (padahalmah blum pembukaan sama sekali), eh ternyata dokternya mengiyakan. Setelah “diizinkan” malah cemas sendiri (huehe), kata orang-orang, induksi itu sakitanya bukan main…(kebayang yang engga-engga -_-‘)

Akhirnya dengan kesepakatan bersama suami, membulatkan tekad, dan membaca bismillah, induksi di mulai, eng ing eng…kok ya ndak seperti yang diceritakan orang lain, sejak pukul 15.00 WIB sampai 20.30 masih anteng baca novel Amelia, kelarin ODOJ, bingung yang kayak gimana rasa mules itu, ternyata sudah pembukaan 1. Begitu saja sampai pukul 06.00 WIB keesokan harinya. Membuat diriku harus di SC mau tidak mau karena menurut dokter, kondisinya sudah gawat janin. Baiklah…

Dengan mata terbuka, badan terbujur lemah tidak bisa digerakkan (anestesi), berpikir seperti apa rasanya perut ini di sayat, kemudian terasa goyangan di bagian perut, belum juga kelar mikir gimana rasanya di sayat, akhirnya suara tangis meledak..MasyaAllah, bayiku sudah lahir..suster sempat menunjukkan bayiku dan membisikkan berat badan si bayi, reflek aku sun. Sang Dokter sempat menyembul kepalanya dan mengatakan, “Ibuu, bayinya gede bener”, dengan suara pelan, aku terkekeh dan menanyakan berapa panjangnya.

Ya dia, Muhammad Wildan Maulana, lahir pada 29 Desember 2013 dengan berat badan 44,5 kg dan panjang 51 cm. Anakku sayang, yang insyaAllah akan menjadi lelaki syurga (Wildan) kelak, Allahumma aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s